Al-Fatihah Punya Rahasia Besar yang Mencengangkan?!
بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang masih memberikan berbagai berkah kepada kita hingga dapat berjumpa di sini untuk belajar menjadi umat yang lebih baik dari waktu ke waktu. Pun salam dan shalawat tak lupa dihaturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ yang kita nantikan syafaatnya di Yaumul Akhir kelak.
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Ar-raḥmānir-raḥīm
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ
Māliki yaumid-dīn
Yang menguasai di Hari Pembalasan.
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ
Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ
Sirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Saudara Islam, bukan hal asing bagi kita dengan surah Al-Fatihah yang selalu hadir di kehidupan sehari-hari, terutama saat menjalankan ibadah shalat. Surah yang dikenal sebagai Ummul Kitab atau induknya kitab suci umat Islam ini merupakan pembuka Al-Qur'an yang memiliki banyak keutamaan, salah satunya ialah dari segi penyembuhan.
Hussein bin Ali bin Abi Thalib pernah menceritakan:
Suatu hari, Rasulullah ﷺ pernah didatangi seorang Yahudi dan menanyakan, “Apa manfaat dari huruf-huruf hijaiyah itu?”
Kemudian, Rasulullah ﷺ memberikan kesempatan Ali bin Abi Thalib untuk menjelaskan. Ternyata, semuanya mengarah ke nama-nama Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang mulia.
Setelah mendengar penjelasan detail Ali bin Abi Thalib, Yahudi tersebut pun masuk Islam.
Beberapa ahli tafsir juga mengatakan bahwa surah ini adalah ringkasan dari keseluruhan isi Al-Qur'an.
“Tiga ayat pertama Al-Fatihah berisi pujian kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kemudian, empat ayat terakhir berisi permohonan dan doa yang dipanjatkan manusia kepada Sang Pencipta. Isinya tidak ada yang negatif sama sekali. Semua mengarah ke kebaikan.”
Namun, itu adalah sebagian keistimewaan dari Al-Fatihah. Ada hal lain yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala maksudkan. Salah satunya ialah rahasia mengenai angka tujuh. Para ulama menyebutkan bahwa surah ini identik dengan tujuh pintu langit. Angka tujuh juga menunjukkan jumlah ayat, dan jika diperhatikan lebih cermat, susunan nama surah ini dibentuk oleh tujuh huruf hijaiyah, yaitu ا ل ف ا ت ح ة
Lebih teliti lagi, surah ini terdiri dari 139 huruf hijaiyah. Namun, ternyata ada tujuh huruf yang absen, yaitu: ف ج خ ز ش ظ ث
Kenapa, ya? Apakah hal di balik itu begitu mencengangkan saat kita berhasil menyingkapnya?
Rupanya, ketujuh huruf tersebut sering diidentikkan dengan adzab, sedangkan surah Al-Fatihah sendiri memuat kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Orang-orang yang membaca Al-Fatihah diharapkan terselamatkan dari segala siksa dan dijauhkan dari api neraka yang juga memiliki tujuh pintu.
Bukti tersebut mampu dilihat dari kata yang dibentuknya. Semua dapat ditemukan di beberapa surah dalam Al-Qur'an. Berikut uraiannya:
1. Huruf Tsa (ث)
Huruf ini menjadi awalan dari kata tsubur yang diartikan sebagai kebinasaan atau bisa diartikan juga sebagai penghancuran Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada orang kafir.
لَا تَدْعُوا الْيَوْمَ ثُبُوْرًا وَّاحِدًا وَّادْعُوْا ثُبُوْرًا كَثِيْرًا
Lâ tad‘ul-yauma tsubûraw wâḫidaw wad‘û tsubûrang katsîrâ
Artinya:
“(Akan dikatakan kepada mereka): Jangan kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan, melainkan harapkan lah kebinasaan yang banyak.” (QS. Al-Furqan: 14)
Jadi, huruf ث ditiadakan karena orang-orang yang membaca Al-Fatihah akan terpelihara dan dibebaskan dari segala macam kebinasaan atau kehancuran.
2. Huruf Jin (ج)
Digunakan pada awal kata Jahannam, yaitu salah satu nama neraka paling ganas yang diperuntukkan bagi pendosa berat.
وَاِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ
Wa inna jahannama lamau‘iduhum ajma‘în
Artinya:
“Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.” (QS. Al-Hijr: 43)
3. Huruf Kha (خ)
Menjadi awalan kata khizyun atau hina.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ ....
Yâ ayyuhalladzîna âmanû tûbû ilallâhi taubatan nashûḫâ, ‘asâ rabbukum ay yukaffira ‘angkum sayyi'âtikum wa yudkhilakum jannâtin tajrî min taḫtihal-an-hâru yauma lâ yukhzillâhun-nabiyya walladzîna âmanû ma‘ah ....
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabb-mu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia ....” (QS. At-Tahrim: 8)
Huruf خ juga menjadi nama sebuah rasa takut. Orang-orang yang membaca Al-Fatihah telah dijamin terpelihara dari rasa takut oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jadi wajar saja jika huruf خ tidak ada dalam surah yang Maha Agung tersebut karena bertolak belakang dengan pesan yang ingin disampaikan.
4. Huruf Za (ز)
Merupakan awalan dari kata Zaqqum, yaitu sebuah pohon di neraka yang buahnya akan menjadi makanan sehari-hari penghuni neraka. Mendengar asal tumbuhnya saja, sulit untuk membayangkannya dengan pendeskripsian cerah.
اِنَّا جَعَلْنٰهَا فِتْنَةً لِّلظّٰلِمِيْنَ
Innâ ja‘alnâhâ fitnatal lidh-dhâlimîn
اِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِيْٓ اَصْلِ الْجَحِيْمِۙ
Innahâ syajaratun takhruju fî ashlil-jaḫîm
طَلْعُهَا كَاَنَّهٗ رُءُوْسُ الشَّيٰطِيْنِ
Thal‘uhâ ka'annahû ru'ûsusy-syayâthîn
Artinya:
“Sungguh, Kami menjadikannya, yakni pohon Zaqqum itu makanan penduduk neraka sebagai azab bagi orang-orang zalim. Sesungguhnya itu adalah pohon yang keluar dari dasar (neraka) Jahim. Mayangnya seperti kepala-kepala setan. (QS. As-Saffat: 63–65)
Sudah tampilannya menyeramkan, bukannya mengenyangkan, justru menjadi siksaan bagi yang memakannya. Rasanya pun seperti logam kuning yang dipanaskan sehingga mampu membakar wajah, organ-organ hingga mengeluarkan isi perut pemakannya!
Karena itulah, huruf ini ditiadakan dalam surah Al-Fatihah.
5. Huruf Sya (ش)
Dipakai untuk kata-kata yang kurang baik seperti kata syaqa atau celaka.
فَاَمَّا الَّذِيْنَ شَقُوْا فَفِى النَّارِ لَهُمْ فِيْهَا زَفِيْرٌ وَّشَهِيْقٌۙ
Fa ammalladzîna syaqû fa fin-nâri lahum fîhâ zafîruw wa syahîq
Artinya:
“Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik napas (dengan merintih).” (QS. Hud: 106)
Maka dari itu, huruf ini tidak dimasukkan karena orang-orang yang membaca Al-Fatihah adalah orang-orang yang beruntung dunia dan akhirat.
6. Huruf Dzha (ظ)
Biasanya mengawali kata dzhalil yang diartikan sebagai naungan di neraka.
اِنْطَلِقُوْٓا اِلٰى ظِلٍّ ذِيْ ثَلٰثِ شُعَبٍ
Inthaliqû ilâ dhillin dzî tsalâtsi syu‘ab
لَا ظَلِيْلٍ وَّلَا يُغْنِيْ مِنَ اللَّهَبِۗ
Lâ dhalîliw wa lâ yughnî minal-lahab
Artinya:
“Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka.” (QS. Al-Mursalat: 30–31)
7. Huruf Fa (ف)
Artinya perpisahan yang berasal dari kata Al-Firaq.
وَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ يَوْمَىِٕذٍ يَّتَفَرَّقُوْنَ
Wa yauma taqûmus-sâ‘atu yauma'idziy yatafarraqûn
Artinya:
“Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) berpisah-pisah.” (Ar-Rum ayat 14)
Orang-orang yang mendapat syafaat dari membaca Al-Fatihah tidak akan mengalami perpisahan dengan orang-orang yang dicintainya, seperti pasangannya, anak-anaknya, maupun orang tuanya. Mereka akan bersama-sama di surga-Nya Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Ada kisah menarik yang dialami Khalifah Umar bin Khattab yang berkaitan dengan tujuh huruf tersebut. Kisah itu diabadikan dalam Kitab Khazinatul Asrar.
Kaisar Romawi pernah mengirimkan surat kepada Khalifah Umar bin Khattab. Diceritakan, di dalam Injil disebutkan bahwa siapa saja yang membaca sebuah surah yang di dalamnya tidak ada tujuh huruf hijaiyah akan mendapatkan surga.
Pelajar dan para pengikutnya telah mencari surah yang dimaksud dalam Injil. Sayangnya, mereka tak menemukannya. Setelah membaca surat itu, Sayyidina Umar kemudian memberitahu sahabat-sahabat Rasulullah ﷺ yang lain. Kemudian, Ubay yang profesinya sebagai pencatat Al-Qur'an, memberitahu bahwa surah yang dicari oleh sang Kaisar tak lain adalah surah Al-Fatihah.
Umar bin Khattab pun langsung membalas surat sang Kaisar sesudah informasi valid yang diberikan Ubay. Setelah membaca balasan dari Umar, Kaisar Romawi langsung mantap untuk mengucapkan kalimat syahadat dan meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.
MasyaAllah. Begitu hebat pengaruh surah Al-Fatihah. Terakhir, surah Al-Fatihah punya kedudukan istimewa dibandingkan dengan surah-surah lainnya.
Dari penjelasan di atas, telah dibuktikan bahwa kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada umatnya lebih besar daripada siksaan dan azabnya.
Saudara Islam, sesungguhnya tiap-tiap yang terjadi dan yang tercipta adalah kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Semua memiliki peran dan alasan masing-masing.
Demikian. Semoga bermanfaat.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Daftar Pustaka:
Islam Populer. 2023. Rahasia Besar! Pantas Tujuh Huruf Hijaiyah Ini Tidak Ada di Al-Fatihah. Diambil pada tanggal 4 September 2023 dari Youtube.
Komentar
Posting Komentar